Denpasar—Untuk pertama kalinya Balai Bahasa Bali pada tahun ini menyelenggarakan kegiatan Pencerapan Kajian Kebahasaan dan Kesastraan yang dilaksanakan pada Rabu (20/2).  Kegiatan ini menghadirkan dua puluh peserta dari sebelas instansi di Bali, seperti LPMP Bali, BPNB, BPCB, Balar, Universitas Udayana, dan Universitas Pendidikan Ganesha.

Pencerapan Kajian KebahasaanDalam sambutannya Kepala Balai Bahasa Bali, Toha Machsum, S.Ag., M.Ag. menyampaikan kegiatan Pencerapan Kajian Kebahasaan dan Kesastraan ini bertujuan untuk membangkitkan tradisi ilmiah di Balai Bahasa Bali. “Pertemuan ilmiah ini dilaksanakan dalam bentuk bedah proposal penelitian yang akan dilaksanakan oleh peneliti dan pengkaji di Balai Bahasa Bali. Pada bulan November tahun ini akan dilaksanakan pertemuan lanjutan dalam kegiatan Seminar Hasil Kegiatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Drs. M. Abdul Khak, M. Hum. mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Bali ini. “Dengan melaksanakan kegiatan yang melibatkan banyak instansi seperti ini menandakan bahwa Balai Bahasa Bali sudah dikenal di masyarakat. Semoga ke depan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Bali bisa lebih berguna bagi masyarakat.” Abdul Khak juga mengharapkan supaya hasil penelitian yang dilakukan oleh Balai Bahasa Bali dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah daerah dan pemegang kebijakan lainnya dalam menyusun kebijakan yang berkenaan dengan kebahasaan dan kesastraan.

Dalam dua hari pelaksanaan kegiatan ini, sebanyak sebelas proposal penelitian yang dibedah. Proposal-proposal tersebut, yaitu kajian pemetaan bahasa, kajian kekerabatan bahasa, kajian penguatan kosakata bahasa Indonesia siswa SD, SMP, SMA, kajian kelayakan sastra bagi bacaan siswa SD, SMP, SMA, kajian bahan bacaan literasi sekolah, kajian pemetaan sastra, kajian pemakaian bahasa media massa, kajian penggunaan bahasa ruang publik, kajian penggunaan bahasa badan publik, kajian penggunaan bahasa Indonesia peserta didik, dan kajian hasil penyuluhan bahasa Indonesia. Kegiatan pencerapan kali ini menghadirkan tiga orang narasumber, yaitu Prof. Dr. Nyoman Darma Putra, M.Litt. (pakar sejarah sastra), Dr. Ni Made Dhanawaty (pakar linguistik/korespodensi/kekerabatan bahasa/pemetaan bahasa), dan Dr. I Wayan Artika, M.Hum. (pakar literasi/kelayakan bacaan literasi).

(Sut)