Denpasar–Kegiatan Aksi Nasional Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik melalui Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah di Provinsi Bali telah berakhir. Balai Bahasa Bali sebagai penyelenggara tingkat Provinsi Bali telah memutuskan lima sekolah terbaik yang telah mengirimkan objek penilaian. Objek yang dinilai berupa foto tulisan nama sekolah/nama gedung, foto tulisan nama sarana umum, foto tulisan nama ruang pertemuan, foto tulisan nama produk barang/jasa, foto tulisan nama jabatan, foto tulisan penunjuk arah atau rambu umum, dan foto tulisan berbentuk spanduk atau alat informasi lain sejenisnya.

WhatsApp Image 2019-03-14 at 8.13.48 PMDewan juri yang terdiri atas I Made Sudiana, I Nyoman Sutrisna, dan Wahyu Aji Wibowo menyelenggarakan rapat penentuan pada Kamis (14/3) di ruang TUK Balai Bahasa Bali. Poin penilaian terdiri atas tiga variabel, yaitu kaidah, fisik, dan tipografi kebahasaan. Tiga variabel itu didukung oleh beberapa indikator. Variabel kaidah kebahasaan terdiri atas tiga indikator, yaitu ejaan, pilihan kata, dan struktur. Variabel fisik kebahasaan meliputi tiga indikator, yaitu posisi penggunaan bahasa, ukuran huruf, dan warna huruf. Variabel tipografi kebahasaan meliputi bahan, desain, dan kejelasan tulisan. Berdasarkan penilaian tersebut diputuskan lima sekolah dengan nilai terbaik, yaitu SMP Negeri 3 Denpasar, SMP Negeri 11 Denpasar, SMP Negeri 1 Selemadeg Timur, SMP Negeri 3 Bangli, dan MTs Negeri 2 Jembrana. Selain menjadi perwakilan Bali di tingkat nasional, lima sekolah tersebut  akan mendapatkan piagam, bingkisan buku terbitan Balai Bahasa Bali, serta uang pembinaan sebesar 5 juta rupiah untuk tiap-tiap sekolah. (Sut)