Denpasar-Rangkaian kegiatan Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Bali yang sudah dimulai dari Maret berakhir sudah. Seluruh rangkaian persiapan dan pembekalan dilaksanakan di Balai Bahasa Bali, sementara puncak final diselenggarakan pada Sabtu (25/5) di Hongkong Garden Restaurant yang terletak di Jl. By Pass Ngurah Rai Gg. Kertapura VIII, Kesiman Kertalangu, Denpasar.  Pada malam ini terpilih I Dewa Kadek Buda Prayuda dan Ni Putu Indah Prastika Dewi sebagai pemenang pertama yang sekaligus akan mewakili Bali dalam Pemilihan Duta Bahasa tingkat nasional yang akan dilaksanakan Agustus 2019.

Ketua Paguyuban Duta Bahasa Provinsi Bali, I Made Bayu Mahardika, mengatakan pemilihan Duta Bahasa Provinsi Bali telah melalui berbagai proses dan seleksi yang transparan. Seleksi awal berupa seleksi esai yang ditulis oleh calon peserta dan wawancara awal serta uji kompetensi bahasa. Hasil akumulasi dari ketiga penilaian itu digunakan untuk menentukan sepuluh pasang peserta yang akan mengikuti babak pembekalan. Selanjutnya, mereka mengikuti pembekalan selama tiga hari. Tahap pembekalan ini meliputi pembekalan kebahasaan, kesastraan, BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing), kepribadian, dan organisasi. Sementara penilaian meliputi penilaian makalah, presentasi, debat, UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia), kemahiran berbahasa asing dan daerah, serta penilaian bakat.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali, Toha Machsum, S.Ag., M.Ag. dalam sambutannya menyampaikan bahwa, Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Bali 2019 bertujuan untuk mencari tunas muda yang memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar, bahasa daerah, dan bahasa asing yang proporsional. Duta bahasa yang terpilih akan menjadi mitra Balai Bahasa Bali dalam rangka menyosialisasikan terkait kebahasaan di wilayah Provinsi Bali.

dubas 2019
Pemilihan tahun ini melibatkan tiga pakar bahasa sebagai juri utama. Mereka adalah Toha Machsum SAg MAg selaku Kepala Balai Bahasa Bali, Dr I Made Madia M.Hum dan Dr I G. A. A. Mas Tri Adnyani, M.Hum. dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. Selain itu, juga dilibatkan beberapa praktisi yang profesional di bidangnya untuk memberi pembekalan dan penilaian.
(Adm)