Denpasar—Balai Bahasa Bali, pada tahun ini, kembali menyelenggarakan lokakarya pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Lokakarya kali ini mengambil tema Lokakarya Pengajaran BIPA Kontemporer. Pemilihan tema ini seiring dengan materi-materi yang disajikan, yaitu penyusunan silabus dan SAP (Satuan Acara Pengajaran) pada semua keterampilan serta pembuatan bahan ajar BIPA kontemporer dengan menerapkan aplikasi terkini, baik aplikasi telepon pintar maupun aplikasi berbasis media sosial.

Lokakarya BIPAKoordinator kegiatan, Sang Ayu Putu Eny Parwati, menyampaikan bahwa maksud dari kegiatan ini, yaitu sebagai upaya menyamakan persepsi dalam menyusun rencana pengajaran dan bahan ajar dengan bimbingan narasumber yang sangat berpengalaman di bidang masing-masing.

“Balai Bahasa Bali sangat mendukung program-program penginternasional bahasa Indonesia, salah satunya pengajaran BIPA.” Demikian disampaikan Kepala Balai Bahasa Bali, Toha Machsum, S.Ag., M.Ag. dalam sambutan yang diberikan pada pembukaan acara yang dilaksanakan pada Jumat, 19 Juli 2019. Kepala Balai berharap BIPA di Bali semakin berkembang, tidak hanya dalam jumlah pelajarnya, tetapi juga inovasi pengajarannya.

Lokakarya ini dilaksanakan selama tiga hari, 19—21 Juli 2019 di Hotel Puri Dalem Sanur. Sebanyak lima puluh orang yang merupakan perwakilan dari lembaga-lembaga penyelenggara BIPA, termasuk lembaga mandiri dan para pegiat BIPA yang berada di wilayah Provinsi Bali. Selama tiga hari kegiatan ini, hadir tiga orang narasumber, yaitu Komang Wartini dan Luh Sriasih dari IALF Bali serta Muhammad Bundhowi, pegiat BIPA dari APPBIPA (Afiliasi Pengajar dan Pegiat BIPA) Pusat.

(Adm)