Denpasar-Untuk menyamakan persepsi dengan pihak kepolisian dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, Balai Bahasa Bali menyelenggarakan Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi Badan Publik. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (26/8) sampai dengan Rabu (28/8) di Aula Balai Bahasa Bali.

WhatsApp Image 2019-08-26 at 9.01.52 AMKepala Balai Bahasa Bali, Toha Machsum, S.Ag., M.Ag., menyampaikan bahwa Trigatra Bahasa, yaitu utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing harus diterapkan dengan bijaksana. “Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 menjadi alasan kita dalam mengutamakan bahasa Indonesia,” ungkapnya. Menurutnya undang-undang tersebut sudah mengatur bagaimana kita menempatkan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari. “ASN dan Polri harus menjadi agen perubahan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.”

Sementara itu Kapolda Bali yang diwakili oleh  Kasubbag Psikologi, Biro SDM Polda Bali, Bapak Veri Trianto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Balai Bahasa Bali selaku penyelenggara kegiatan. “Penyuluhan bahasa Indonesia ini akan sangat berguna dan membantu kami menggunakan bahasa tulis yang baik dalam mengonsep surat dan menyusun laporan.” Pada akhir sambutannya Kasubbag Psikologi mengharapkan peserta dapat mengikuti dan menyerap materi yang diperoleh dan dapat menerapkannya di satker masing-masing.

Tiga materi pokok menjadi pembahasan selama tiga hari kegiatan. Ejaan Bahasa Indonesia disampaikan oleh I Made Sudiana, M.Hum., Bentuk dan Pilihan Kata disampaikan oleh Dr. Ni Luh Anik Mayani, M.Hum. Materi Kalimat dan Paragraf Bahasa Indonesia disampaikan oleh Dra. Ovi Sofiaty Rivay, M.Hum. Sebanyak empat puluh peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Aula Balai Bahasa Bali.

(Adm)