Denpasar–Jumat, (19/2) dilaksanakan kegiatan Seminar Nasional Bahasa Ibu (SNBI) XIII di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. SNBI XIII ini merupakan seminar kebahasaan dan kesastraan berkaitan dengan bahasa ibu yang setiap tahun diselenggarakan oleh himpunan mahasiswa/mahasiswi Program Studi Linguistik Program Magister dan Program Studi Linguistik Program Doktor, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. Tahun ini SNBI memasuki tahun penyelenggaraan ke-13. Pelaksanaan SNBI ini selalu dilaksanakan bulan Februari, bertepatan dengan peringatan bulan bahasa lokal dan bulan bahasa Bali. SNBI kali ini mengangkat tema “Bahasa Ibu di Masa Pandemi”. Berkaitan dengan pandemi Covid-19, presentasi makalah oleh para pemakalah, hampir keseluruhannya dilaksanakan secara daring.

WhatsApp Image 2021-02-19 at 1.16.15 PMSNBI XII dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi, Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H., M.Hum. Pembicara Utama pada SNBI kali ini adalah Kepala Badan Pengembanagan dan Pembinaan Bahasa, Prof. H. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D.  Sementara itu, pembicara undangan adalah Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A. dari Universitas Gadjah Mada dan I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. dari Universitas Udayana.

Ketua Panitia SNBI XIII menyampaikan bahwa pada SNBI XIII ini terdapat 93 makalah yang dibawakan oleh 127 pemakalah yang berasal dari dalam dan luar negeri. Sebagai pembicara kunci, Kepala Badan dan Pengembangan Bahasa menyampaikan makalah dengan judul Kebijakan Pemertahanan Bahasa Ibu. Dalam makalahnya, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyampaikan tentang peta jalan berkaitan dengan pelindungan bahasa dan sastra, termasuk di dalamnya bahasa-bahasa daerah yang merupakan bagian dari bahasa ibu. Hal ini diwujudkan dengan kegiatan-kegiatan, seperti penelitian, pembentukan Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP), vitalitas bahasa-bahasa, dan lain sebagainya. Hal ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kebertahanan bahasa-bahasa daerah di Indonesia yang juga merupakan bagian dari bahasa ibu.

Seperti pada SNBI XII tahun 2020, pelaksanaan SNBI XIII ini juga bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Bali. Staf Balai Bahasa Provinsi Bali terlibat langsung sebagai panitia pelaksana SNBI XIII. Balai Bahasa Provinsi Bali berkoordinasi dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk menghadirkan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sebagai pembicara kunci dalam SNBI XIII. Selain itu, Peneliti-peneliti Balai Bahasa Provinsi Bali juga terlibat aktif sebagai pemakalah dalam seminar ini. Terdapat sepuluh orang staf peneliti Balai Bahasa Provinsi Bali yang menyampaikan makalahnya pada SNBI XIII. Makalah-makalah yang disampaikan tersebut mengkaji bahasa Bali, baik dalam bidang kebahasaan maupun kesastraan.

SNBI XIII berjalan dengan tertib dan lancar. Peserta antusias dalam mengikuti setiap sesi penyampaian makalah.

(Adm)