Denpasar–Januari menjadi bulan awal kegiatan Balai Bahasa Bali tahun 2017 ini. Puluhan kegiatan sudah dirancang dalam rangka pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra baik Indonesia maupun daerah. Salah satu kegiatan itu adalah Sayembara Penulisan Naskah Cerita untuk Bahan Literasi Jenjang Pendidikan Dasar Se-Bali.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan kemampuan membaca dan menulis masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. Membaca dan menulis belum menjadi kebutuhan hidup dan belum menjadi budaya bangsa. Hal itu dapat dilihat dari jumlah perpustakaan dan buku-buku bacaan yang belum mencukupi kebutuhan dan tuntutan membaca sebagai basis pendidikan. Permasalahan budaya membaca belum dianggap sebagai permasalahan yang kritis padahal membaca merupakan salah satu aktivitas penting dalam pendidikan karena semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca.

Lebih rinci, sayembara ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah, meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat, menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah sehingga warga sekolah mampu mengelola pengetahuan, dan menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan cara menghadirkan beragam buku bacaan serta mewadahi berbagai strategi membaca.

Untuk menjaring karya-karya yang berkualitas, panitia menyusun beberapa ketentuan untuk mengikuti sayembara ini.

KETENTUAN UMUM

  1. Sayembara terbuka untuk umum.
  2. Peserta berdomisili di Bali dengan menunjukkan fotokopi KTP pada saat pendaftran.
  3. Peserta dapat mengirim naskah maksimal tiga judul karya.
  4. Naskah yang diterima panitia berbentuk dummy siap cetak.
  5. Naskah dapat diserahkan secara langsung ke panitia atau dikirim melalui pos-el (bahanajarsd2017@gmail.com) selambat-lambatnya 25 Maret 2017.
  6. Penyeleksian dan penilaian naskah pada tanggal 1—14 April 2017 dan pengumuman pemenang pada tanggal 21 April 2017 melalui pos-el atau telepon pemenang.
  7. Semua naskah yang masuk menjadi hak milik panita.
  8. Hak cipta naskah pemenang sayembara menjadi milik Kemendikbud (Balai Bahasa Bali).
  9. Naskah pemenang sayembara akan dicetak dan didistribusikan ke seluruh SD/MI se-
  10. Surat pernyataan keaslian karya bermaterai Rp 6000,00.
  11. Apabila dikemudian hari pemenang diketahui melakukan kekeliruan, manipulasi, atau melakukan kecurangan, predikat sebagai pemenang dapat dibatalkan.
  12. Pendaftaran tidak dipungut biaya.

KETENTUAN KHUSUS

  1. Tema cerita “Sikap Hidup dalam Keluarga dan Lingkungan Sekitar”.
  2. Cerita berbentuk prosa dan berbahasa Indonesia.
  3. Isi cerita/bahan bacaan ditujukan untuk siswa tingkat
  4. Karya memuat kearifan lokal di wilayah setempat.
  5. Cerita tidak mengandung unsur pornografi, radikalisme, kekerasan, pelecehan fisik, dan tidak berpotensi menimbulkan konflik SARA.
  6. Cerita harus asli (bukan saduran atau terjemahan).
  7. Cerita belum diterbitkan atau dipublikasikan dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba apa pun.
  8. Naskah diketik dengan menggunakan kertas ukuran A5, huruf Tahoma berukuran 12, spasi 1.5, dan jumlah halaman naskah berkiaar 20—50 halaman (termasuk ilustrasi).
  9. Naskah cerita dibagi menjadi beberapa episode atau pergantian setting cerita dan setiap episode disertai ilustrasi buatan sendiri.
  10. Penilaian naskah meliputi tema, isi, gaya penulisan, dan gaya bahasa (harus memenuhi kesesuaian kaidah dan keterbacaan).

 

Panitia menyediakan hadiah sebesar tiga puluh juta rupiah untuk dua orang pemenang dengan pajak ditanggung oleh pemenang.

Pendaftaran atau informasi lebih lanjut dapat ditanyakan melalui Panitia Sayembara Penulisan Naskah Cerita untuk Bahan Literasi  Jenjang Pendidikan Dasar Se-Bali, Balai Bahasa Bali, Jalan Trengguli I/34 Denpasar, Telp (361) 461714 atau melalui narahubung Panitia:

  1. Ni Nyoman Tanjung Turaeni (081331766533)
  2. I Wayan Nitayadnya (082145874355)
  3. Wahyu Aji Wibowo (085714068936)

(Sut)