Buleleng–Tahun 2017 Balai Bahasa Bali menyelenggarakan kegiatan Bengkel Bahasa dan Sastra di dua kabupaten di Bali, yaitu Buleleng dan Singaraja. Kegiatan di Singaraja dilaksanakan pada 23—25 Februari 2017 di Auditorium Sekolah Lab Undiksha, Singaraja. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Drs. I Gede Suyasa, M.Pd.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas menyampaikan bahwa kegiatan membaca dan menulis atau literasi adalah salah satu aktivitas penting dalam hidup. Program Membaca Rutin di sekolah melalui Gerakan Literasi Sekolah menjadi sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh peserta didik untuk membaca buku nonpelajaran setiap hari sebelum proses belajar dimulai, hal ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan budaya literasi.

Menurut ketua panitia kegiatan, Dra. Ni Putu Ekatini Negari, M.Hum., kegiatan Bengkel Bahasa dan Sastra merupakan kegiatan untuk menindaklanjuti Peraturan Pemerintah Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan dalam gerakan tersebut adalah kegiatan literasi, yaitu membaca buku nonpelajaran selama lima belas menit sebelum waktu belajar dimulai. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan minat baca siswa serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai dengan lebih baik.

Kegiatan yang diikuti oleh lima puluh orang dari komunitas bahasa dan sastra yang setingkat dengan siswa SMP ini menghadirkan empat orang pembicara, yaitu Drs. I Wayan Tama, M.Hum., Dr. I Wayan Artika, S.Pd.,M.Pd., Ni Wayan Wistari, S.Pd., dan Drs. I Nyoman Argawa, M.Hum. (Eka/Adm)